
Tempat Terbaik di Dunia: Pengalaman Seorang Antropolog Tinggal di Kawasan Kumuh Jakarta
Roanne van Voorst

oleh Marvin Harris
Penerjemah: Ninus D. Andarnuswari
Catatan penutup: Dicky P. Ermandara
Mengapa pemeluk Hindu di India mengagungkan sapi? Mengapa orang Yahudi dan Muslim mengharamkan babi, dan sebaliknya orang Maring di New Guinea seakan tidak bisa hidup tanpa babi? Mengapa beberapa kepala suku Indian Amerika Utara membakar harta bendanya sendiri untuk menyombongkan kekayaannya? Mengapa begitu banyak orang di Abad Pertengahan percaya penyihir? Dan mengapa sihir hadir kembali secara mencolok dalam kebudayaan populer kita sekarang?
Antropolog Marvin Harris mencoba memberi jawaban atas perilaku sosial yang sering dibilang tak terjelaskan ini, dan menunjukkan bahwa seaneh apa pun polah manusia, pasti ada penjelasan yang bersumber dari kondisi-kondisi ekonomis dan ekologis konkret.
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama.

Roanne van Voorst



Anita Dhewy, Fiona Wiputri, Luthfi Maulana Adhari
