
Kultur Hak Asasi Manusia di Negara Iliberal
Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

Disunting oleh Sana Jaffrey dan Eve Warburton; Ihsan Ali-Fauzi
Penerjemah: Alifa Ardhyasavitri, Irsyad Rafsadie, Ismail al-’Alam
Pengantar: Amalinda Savirani
Editor edisi Indonesia: Ihsan Ali-Fauzi Penerjemah: Alifa Ardhyasavitri, Irsyad Rafsadie, Ismail al-’Alam Pengantar edisi Indonesia: Amalinda Savirani
Amalinda Savirani / Nava Nuraniyah / Arianto Patunru / Nurina Merdikawati / Asep Suryahadi / Ridho Al Izzati / Edward Aspinall / Rizal Sukma / Eve Warburton / Sana Jaffrey / Faisal Basri / Sidney Jones/ Fauziah Mayangsari / Simon Butt / Hipolitus Ringgi Wangge / Suraya A. Afiff / James Guild / Tim Lindsey / Laode M. Syarif / Yoes C. Kenawas / Marcus Mietzner
Terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden pada 2014 menghadirkan optimisme baru bagi Indonesia saat itu. Ia menjanjikan pemerintahan yang lebih bersih dan pembangunan yang lebih cepat, dan bagi banyak akivis pendukungnya ia diyakini akan melindungi pranata-pranata demokratis. Namun satu dasawarsa kemudian, sesudah mengakhiri masa kepresidenannya, yang ia tinggalkan justru perekonomian yang rapuh dan demokrasi yang semakin rentan.
Buku ini—ditulis oleh para ahli dari berbagai bidang—melihat satu dasawarsa masa pemerintahan Jokowi sebagai kembalinya developmentalisme dalam ranah ekonomi, dan kebangkitan kembali otoritarianisme dalam ranah politik.
Diterbitkan dengan kerja sama Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama.

Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

Wildan Sena Utama

Ed. Fahri Salam dan Ronna Nirmala

