
Kultur Hak Asasi Manusia di Negara Iliberal
Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

oleh Wildan Sena Utama
Pengantar: Jürgen Dinkel
Pengantar: Jürgen Dinkel
"Buku ini membawa kita berjalan menyusuri kemungkinan-kemungkinan dan kegawatan internasionalisme di era dekolonisasi [...] mencari akar KAA 1955 sekaligus segala kontradiksi di antara 29 negara yang datang ke Indonesia, memberi kita gambaran sekilas sulitnya membentuk sebuah blok Selatan.” — Vijay Prashad
Dalam narasi sejarah umumnya di Indonesia, Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 lebih sering dipandang semata-mata sebagai kisah sukses Indonesia dalam menggelar sebuah konferensi tingkat dunia. Latar belakang yang kompleks dan perdebatan-perdebatan keras yang berlangsung antar pesertanya justru jarang ditampilkan.
Buku ini bermaksud melihat KAA 1955 secara lebih kritis dan komprehensif dengan menyuguhkan kompleksitas riil konferensi tersebut. KAA diadakan di tengah gelombang dekolonisasi sekaligus Perang Dingin, dan pemikiran yang melandasinya bisa dilacak jauh ke aktivitas gerakan-gerakan antikolonialisme dan antiimperialisme awal abad ke-20. Buku ini bermaksud menelusuri asal-usul, momen, dan warisan KAA melampaui warisan institusionalnya semata.
"Buku karya Wildan Sena Utama ini memberikan tinjauan terkini tentang studi mengenai KAA dan menempatkannya dalam konteks historisnya [...] Penggunaan dokumen-dokumen Indonesia secara khusus memberikan wawasan baru mengenai kebijakan negara tuan rumah—dan dengan demikian mengembalikan peran Indonesia dalam sejarah internasional abad ke-20.” — Jürgen Dinkel
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama.

Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

Ed. Fahri Salam dan Ronna Nirmala


Ed. Sana Jaffrey dan Eve Warburton; Ihsan Ali-Fauzi
