
Kultur Hak Asasi Manusia di Negara Iliberal
Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

oleh Vandana Shiva
Penerjemah: Elisabet Repelita Kuswijayanti
Dengan paduan khasnya antara komitmen ilmiah dan aktivisme, Vandana Shiva menjabarkan kedaruratan yang menghampar di depan kita semua: kepunahan, bencana iklim, dan krisis pangan global. Menolak menggunakan istilah antroposen yang membuat seakan-akan kondisi sekarang merupakan kesalahan semua umat manusia, Shiva dengan tegas menuding para pelakunya: korporasi pencemar, para miliarder, dan pemerintah yang tidak bertindak apa-apa.
Korporasi mencaplok kesepakatan-kesepakatan lingkungan hidup internasional dan membelokkannya menjadi ajang jual beli polusi dan karbon. Dan kini, korporasi-korporasi yang sama giat menjajakan ide soal pangan imitasi (daging berbasis tumbuhan dan daging buatan laboratorium) sebagai solusi krisis pangan dan krisis iklim. Masa depan kita, kata Shiva, bukan terletak di pangan imitasi, melainkan menjalani hukum-hukum ekologis bumi dengan mendekolonisasi dan mendeglobalisasi sistem pangan. Masa depan yang ditopang oleh keanekaragaman hayati, di mana siklus degeneratif diubah menjadi siklus regeneratif.
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama.

Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

Wildan Sena Utama

Ed. Fahri Salam dan Ronna Nirmala


Ed. Sana Jaffrey dan Eve Warburton; Ihsan Ali-Fauzi