
Kultur Hak Asasi Manusia di Negara Iliberal
Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

oleh Arif Subekti, Ana Eclair, Anna Mariana, Budiawan, Fitriyanto, Fridus Steijlen, Grace Leksana, Hariyono, I Gusti Agung Ayu Ratih, Katharine McGregor, Kuncoro Hadi, Latif Kusairi, Nanda Meiji, Nur Hafiz Zulkarnain, Rika Inggit Asmaswati, Wilman D. Lumangino
Disunting oleh Grace Leksana, Arif Subekti, Nanda Meiji
Editor: Grace Leksana, Arif Subekti, Nanda Meiji
Buku ini berusaha mengingat berbagai peristiwa kekerasan yang pernah terjadi di Indonesia meski ada desakan kuat—dari negara, pelaku, bahkan sebagian korbannya sendiri—untuk melupakannya.
Dari pembantaian Banda era kolonial hingga pembantaian dukun santet di Banyuwangi era reformasi, dari 1965 hingga RMS, dari “Ianfu” hingga Momok Merah, dari Darul Islam hingga pembunuhan atas etnis Tionghoa semasa Revolusi.
Mengingat kekerasan bukanlah untuk menggarami luka atau memelihara dendam, tetapi untuk mencegah hal yang sama berulang kembali di masa kini maupun masa depan. Juga untuk memutus logika-logika yang membenarkan kekerasan sebagai jalan keluar.
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama.

Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

Wildan Sena Utama

Ed. Fahri Salam dan Ronna Nirmala


Ed. Sana Jaffrey dan Eve Warburton; Ihsan Ali-Fauzi