
Kultur Hak Asasi Manusia di Negara Iliberal
Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

oleh Sumit K. Mandal
Penerjemah: Lita Soerjadinata
Peraih Harry J. Benda Prize 2020
"Selalu menggembirakan manakala sebuah disertasi doktoral yang menghadirkan terobosan pada akhirnya diterbitkan, dan disertasi Sumit Mandal yang dirampungkan pada 1994 di Columbia University ini masuk dalam kategori itu. Banyak sarjana ahli yang berkarya mengenai diaspora Hadrami, yang menyebar dari Arabia selatan sampai jauh ke Samudra Hindia, telah merujuk ke teks legendaris ini, dan sungguh menyenangkan melihatnya dicetak pada akhirnya.” — William Gervase Clarence-Smith, Source: South East Asia Research
Buku ini menguak hibriditas dan hubungan-hubungan lintas kawasan yang mendasari identitas modern di Asia. Dengan meneliti orang Arab di dunia Melayu di bawah kuasa kolonial Eropa, Sumit Mandal menggali bagaimana sejarah panjang interaksi antar kelompok etnis di Asia telah diubah oleh kontrol dan kategorisasi rasial yang diberlakukan Belanda. Sosok orang Arab pun beralih dari tokoh-tokoh peranakan yang jamak ditemui di kerajaan-kerajaan Melayu menjadi sosok yang disendirikan dan keberadaannya ditentukan oleh fungsi ekonomi dan politiknya. Namun rasialisasi kolonial tidak sepenuhnya menghapus cairnya karakter ke-Arab-an. Para peranakan Arab merespons pembatasan ini dengan menjalin hubungan ke Kekaisaran Ottoman dan mendirikan organisasi-organisasi, sekolah, dan pers modern. Terakhir, identitas Arab modern yang menjunjung supremasi garis keturunan Nabi itu pun mendapat tantangan kuat dari egalitarianisme.
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama.

Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

Wildan Sena Utama

Ed. Fahri Salam dan Ronna Nirmala

Ed. Sana Jaffrey dan Eve Warburton; Ihsan Ali-Fauzi
