
Kultur Hak Asasi Manusia di Negara Iliberal
Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

Disunting oleh Amanda tho Seeth dan Jafar Suryomenggolo
Penerjemah: Mirza Jaka Suryana dan Keenan Nasution
Penulis: Antoni Tsaputra, Damri, Gianfranco Giuntoli, Hatib A. Kadir, Iqra Anugrah, Longgina Novadona Bayo, Mahesti Hasanah, Perdana Roswaldy, Shimada Yuzuru, Usman Hamid Penerjemah: Mirza Jaka Suryana dan Keenan Nasution
Buku ini membahas pengalaman masyarakat terpinggirkan di Indonesia selama sepuluh tahun rezim Joko Widodo (2014-2024). Dengan mengangkat perspektif kritis dan analitis dari bawah, buku ini mengulas bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah yang bersifat top-down telah berdampak meminggirkan kehidupan sehari-hari berbagai kelompok yang tersisihkan.
Topik bahasan buku mencakup komunitas lokal Ata Modo yang mempertahankan dan merebut kembali legitimasi mereka atas wilayah di sekitar Taman Nasional Komodo; realitas percepatan program-program pembangunan di “area perbatasan” Papua Barat; trayektori gerakan-gerakan sosial perdesaan di bawah rezim Jokowi; dampak kesehatan yang dialami para perempuan adat Toba akibat kerusakan lingkungan pasca perampasan tanah; reformasi kebijakan disabilitas yang dampak riilnya masih dipertanyakan; lalu juga ulasan umum mengenai perubahan berbagai undang-undang dan peraturan semasa Jokowi berkuasa serta memburuknya kondisi HAM.
Terhadap “politik marginalisasi” pemerintah yang secara struktural hendak menundukkan komunitas-komunitas ini di hadapan sasaran pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, perlawanan sehari-hari dari berbagai posisi sosial dan geografis marginal (yang disebut sebagai “politik marginalitas”) juga terus berkobar.
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama.

Andi Achdian, Daniel Hutagalung, Geger Riyanto, dkk.

Wildan Sena Utama

Ed. Fahri Salam dan Ronna Nirmala


Ed. Sana Jaffrey dan Eve Warburton; Ihsan Ali-Fauzi